BLOGGER TEMPLATES AND Twitter Backgrounds »

Band yang di bentuk awal tahun 2006 ini beranggotakan Virgoun (vokal/gitar), Dhimaz (bass) dan Ary Ceper (drum) yang tergabung dalam Last Child. Bikin pasar musik lokal makin berisik lewat gempuran punk rock yang mereka usung.

"Punk adalah inti musik kami. Dulu kami rajin memainkan old school punk seperti Blink 182, MXPX dan Greenday. Seiring berjalannya waktu, referensi musik kami semakin bertambah. Kami juga tak segan memasukkan unsur synthesizer di beberapa lagu. Itu yang membuat musik yang kami mainkan lebih berwarna," buka Virgoun.

Kemunculan album perdana berjudul Grow Up di bawah label Crazy Monkey menjadi awal bagus bagi band asal Utan Kayu ini. Tambahan album kedua Everythink We Are Everythink makin mempertegas kalau Last Child tak setengah-setengah memainkan punk. Lagu-lagu mereka seperti Diary Depresiku dan Pedih pun jadi omongan.

Kamis, 10 Maret 2011

Last Child - Penyesalan yang Indah

Dua tahun sudah ku buang waktuku
Berkhayal dalam harapan jadi kekasihmu
Tanpa pernah aku merasakan jenuh
Walau di tiap detiknya cinta sesakkan nafasku

[*]
Entah bagaimana hancurnya bentuk hatiku
Yang telah berkarat dihempas sang waktu
Ingin ku akhiri karma dari cinta ini
Yang buat air matamu harus tertumpah untukku

[**]
Mungkin karna terlalu indah kenangan kita
Hingga ku takkan pernah lupakan dirimu
Cinta kita dan semua rasaku
Mungkin karna terlalu dalam hatimu terluka
Hingga kau takkan pernah maafkan diriku
Dan kau berikan aku satu penyesalan yang indah
Bagaimana kau meyakinkan hatiku
Kau bukan cerita terindah dalam kisah hidupku
Yang terlukiskan indah oleh sang waktu
Dan terjaga erat oleh rasa rinduku padamu

Back to [*]
Back to [**] 2x

0 komentar: